SOLUSI CERDAS PUTRA - PUTRI ANDA UNTUK MENGGAPAI CITA - CITA

Mari Belajar Tuk Meraih Masa Depan !

Bersama Rumah Pintar Ibu Nur WUJUDKAN CITA-CITA PUTRA-PUTRI ANAK ANDA.

Logo Kami

Solusi Cerdas Untuk Putra-putri Anda.

Tenaga Pengajar yang handal

Membuat putra-putri anda semangat dalam belajar.

Ingin seperti Mereka ?

Belajar ditempat kami menggunakan metode seperti tersebut (siswa belajar mandiri).

MARI BELAJAR SEKARANG JUGA

Kurang percaya diri jika belajar sendirian ? Kami Solusinya.

Jumat, 02 September 2016

Ketika Anak Bertanya Tentang Allah


Posted:02-09-2016
“ … Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga …” (HR. Muslim)
Allah itu Siapa?
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran).

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Na’uzubillaahi min dzaliik.

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allah itu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita nggak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”


Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Jawablah:
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu...ini...atau itu...”, karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Jawablah begini:
“Adek tahu kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,...semuanya...nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)

“[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS asy-Syura: 11)

Tanya 3: “Bu, kenapa kita nggak bisa lihat Allah?“
Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid ayat 3:
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya, lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surah Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un, Allah itu bukan sesuatu, tidak sama dengan sesuatu, melainkan Pencipta segala sesuatu.

Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)

“[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya.” (QS an-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}

Jawablah begini:
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris).
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak kan...? karena mata kita bisa jadi buta. Nah, melihat matahari saja kita tak sanggup. Jadi, bagaimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya kan?!”

Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga nggak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Maha Besar.”

Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?

Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”

Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas...di langit...atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di Surga, berarti lebih besar Surga daripada Allah…berarti prinsip "Allahu Akbar" itu bohong?.

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
“Dia bersemayam di atas ’Arsy.”
Minggu, 22 November 2015 14:00 WIB, salingsapa.com
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Kamis, 01 September 2016

Perbedaan Keuntungan Les Privat dan Bimbingan Belajar

Posted: 01-09-2016
Walau sudah belajar keras, kadang kita masih gelisah, deg-degan, khawatir tidak bisa mengerjakan ujian akhir. Walau tinggal beberapa minggu lagi, tak ada salahnya kita mempersiapkan diri, misalnya dengan belajar bersama, ikut les privat atau bimbingan belajar di sekolah.
Hasil gambar untuk manfaat les privat
Di sekolah kita memang sudah belajar, tetapi di rumah kita harus belajar lagi. PR adalah latihan dalam memecahkan soal.
Paling enak bila kita bisa belajar bersama, di sana kita bisa bertanya langsung tentang hal-hal yang tidak dimengerti.
Tetapi kadang belajar di sekolah pun kita merasa masih kurang. Untuk itulah kita membutuhkan pelajaran tambahan di luar jam sekolah, yang disebut les.
Kita bisa mengikuti les privat, semiprivat (berkelompok), atau bimbingan belajar (bimbel) yang diadakan lembaga bimbingan belajar.
Les privat berlangsung di rumah, dengan guru les dipanggil ke rumah. Karena hanya menghadapi satu murid, guru privat punya waktu untuk menerangkan dengan lebih rinci dan jelas.
Les privat cocok untuk kita yang ingin belajar dengan suasana tenang, tidak berisik. Terutama buat kamu yang agak malu bertanya di dalam kelas. Dengan guru privat, kita bisa bertanya sepuas-puasnya.
Sama seperti les privat, les ini juga diadakan di rumah. Tetapi pesertanya lebih dari satu. Bila punya kelompok belajar, kamu bisa mengajak kelompok belajar dan memanggil guru les ke rumah.
Lebih enak lagi kalau tempat lesnya berpindah- pindah sehingga semua peserta mendapat giliran rumahnya menjadi tempat kursus.
Ada beberapa sekolah yang setiap menghadapi kenaikan kelas mengadakan bimbingan belajar (bimbel) untuk sekelas. Tidak ada keharusan ikut, kalau kamu memang memilih ikut les privat atau semiprivat.
Bimbingan belajar di kelas ini sebetulnya lebih menarik karena banyak teman, dengan guru yang sama. Karena bimbingan belajar ini di luar jam pelajaran biasa, suasananya lebih santai, maka pelajaran pun biasanya lebih mudah dicerna.
Selain bimbingan belajar yang diadakan di sekolah, sekarang banyak sekali tempat kursus yang mengadakan bimbel.
Ada keuntungan bagi teman-teman kelas enam ikut bimbel. Karena di bimbel selain mengulang seluruh pelajaran, kita juga diajak mengerjakan soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya.
Untuk menghadapi ujian akhir kita memang harus rajin latihan, tidak sering bolos bimbel, dan mencapai nilai tertentu untuk setiap try out (uji coba) yang diadakan.
Boleh santai asal tetap sopan
Les di rumah, ikut semiprivat, atau bimbingan belajar, harus kita sadari dari awal sifatnya hanya pelajaran tambahan. Berhasil tidaknya kita ikut kegiatan ini, tergantung sikap kita sendiri. Agar kita termotivasi belajar dengan tekun, siapkan sikap saat berangkat kursus dengan:
1. Pakailah pakaian yang sopan, tetapi nyaman agar tidak mengganggu konsentrasi.
2. Kita boleh menggunakan sepatu sandal, atau sandal yang ringan, asal bukan sandal jepit.
3. Tetaplah hormat kepada pembimbing walau kita tidak memanggil bapak atau ibu seperti di sekolah.          Panggilan guru pembimbing biasanya kakak.
4. Berteman dengan baik dengan sesama peserta, yang biasanya dari beberapa sekolah berbeda. Keakraban dengan sesama peserta membuat suasana belajar lebih nyaman.
5. Usahakan tidak sering membolos, tetap mempertahankan semangat belajar.
6. Suasana kelas memang lebih santai, tidak seserius belajar di sekolah.
Maharani Aulia, Penulis Lepas; Tinggal di Surabaya.
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

7 Manfaat Bimbingan Belajar Melalui Les Privat Bagi Anak

Posted: 01-09-2016
Bimbingan belajar dapat meningkatkan kemampuan dan prestasi belajar anak. Salah satu bentuk bimbingan belajar yang memiliki banyak kelebihan adalah dengan les privat. Dengan les privat anak akan mendapatkan bimbingan belajar secara pribadi. Berikut beberapa manfaat bagi anak yang mengikuti bimbingan belajar secara privat.
1. Meningkatkan Kemampuan Akademik
Bimbingan belajar dapat membantu meningkatkan kemampuan akademik anak dalam mengikuti pelajaran di sekolah. Les privat menyediakan waktu belajar tambahan bagi anak selain waktu belajar di sekolah.

2. Waktu Belajar Fleksibel
Dengan mengikuti bimbingan belajar secara privat, anak dapat menyesuaikan jadwal belajar dengan waktu yang tersedia.

3. Lebih Fokus
Dengan les privat, guru les dapat memberikan fokus pengajaran pada pelajaran dan topik tertentu yang lebih urgen misalnya saat akan ulangan matematika, saat ada PR, dan memberikan penekanan pada topik pelajaran yang sulit dikuasai anak.

4. Pendekatan yang Lebih Personal
Guru les umumnya dapat segera mengetahui kelebihan dan kekurangan siswa yang dididiknya. Hal ini kan membantu guru les menentukan metoda terbaik untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kemampuan akademik anak.

5. Mudah Dipantau Orangtua
Bimbingan belajar dengan les privat membuat orangtua lebih mudah memonitor aktivitas belajar anak. Orangtua juga dapat berkonsultasi setiap saat dengan guru les untuk memantau perkembangan kemampuan akademik anak.

6. Anak Lebih Berkonsentrasi
Les privat menggunakan fasilitas belajar sendiri yang lebih nyaman, dan anak selalu ditemani oleh guru les sehingga anak akan lebih mudah berkonsentrasi dalam belajar.

7. Membantu Orangtua yang Sibuk
Bimbingan belajar dengan les privat sangat membantu orangtua yang sibuk dan tidak memiliki waktu untuk menemani atau memberikan bimbingan kepada anak saat belajar
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Tips Hidup Sehat

Posted: 01-09-2016
Remaja yang sehat, pasti remaja yang oke abis dong!
Kalau dengar kata sehat, pasti kabayang akan olaraga yang uuhhhh….,males banget ngelakuinnya. Tapi selain itu banyak hal lagi yang perlu diperhatikan.
Hasil gambar untuk hidup sehat
  1. Break minuman tak sehat
Minum air putih minimal 8 gelas sehari. Menurut penelitian tubuh kita kehilangan air satu liter perhari yang setara dengan 8 gelas sehingga kita harus menggantinya.
  1. Break Junk Food
Sebisa mungkin kurangi junk food, karena kandungan gizinya kurang lengkap. Kebanyakan junk food bisa menyebabkan terganggunya metabolism dalam tubuh kita.
  1. Break Dugem
Tidur cukup. Rata-rata kita butuh tidur 8 jam sehari untuk mengembalikan kondisi fisik setelah bekerja seharian.
  1. Break dari Narkoba
Hindari rokok dan narkoba. Sebelum terlanjur, jauh-jauh dech dari 2 hal itu. Nggak ada manfaat dan banyak ruginya dech buat kita. Ngapain juga harus buang duit banyak untuk membuat sarang racun ditubuh kita.
  1. Break Negative Thinking
Positif thinking, please buanget ya!!
Situasi apapun usahakan untuk berpikir positif. Pikiran negative hanya akan menutup mata hati dan akal sehat kita.
Biar sibuk sempetin dech cari waktu luang / break..
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

7 Cara Efektif dan Efisien dalam Belajar



Posted: 01-09-2016
Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik. Ada beberapa cara atau tips dalam berlajar denggan baik, seperti dilansir organisasi.org.
Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :
1. Belajar Kelompok
Merupakan cara belajar yang menyenangkan karena Anda ditemani oleh teman-teman dan biasanya lebih santai dalam belajarnya. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.
2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian terpenting dalam suatu pembelajaran adalah mencatat semua ajaran yang diberikan bapak atau ibu guru, dan dapat dilakukan dibuku kecil atau notebook. Tapi perlu diingat bahan catatan tadi jangan dijadikan media untuk mencontek dalam ujian.
3. Disiplin Dalam Belajar
Kedisiplinan memang perlu diterapkan dalam belajar, seperti disiplin waktu dan disiplin dalam berkonsentrasi pada pelajaran. Dengan adaya sifat disiplin dalam diri Anda, dapat dipastikan pelajaran yang Anda lakukan dapat efektif dan efisien.
4. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Ada pepatah Malu bertanya sesat di jalan, ternyata pepatah ini benar, terlebih jika dalam pelajaran. Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. 
 5. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti.
Jika Anda sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.
6. Hindari Belajar Berlebihan
Ternyata sesuatu yang berlebihan tidaklah bagus, begitu juga dalam belajar, seperti jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan.Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.
7. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian, karena dengan mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين