SOLUSI CERDAS PUTRA - PUTRI ANDA UNTUK MENGGAPAI CITA - CITA

Mari Belajar Tuk Meraih Masa Depan !

Bersama Rumah Pintar Ibu Nur WUJUDKAN CITA-CITA PUTRA-PUTRI ANAK ANDA.

Logo Kami

Solusi Cerdas Untuk Putra-putri Anda.

Tenaga Pengajar yang handal

Membuat putra-putri anda semangat dalam belajar.

Ingin seperti Mereka ?

Belajar ditempat kami menggunakan metode seperti tersebut (siswa belajar mandiri).

MARI BELAJAR SEKARANG JUGA

Kurang percaya diri jika belajar sendirian ? Kami Solusinya.

Rabu, 04 Januari 2017

Ketika Media Sosial Di Jadikan Pedoman Oleh Manusia

Posted: 05-01-2017

Kita sangat memahami dan mengetahui jika masyarakat negeri ini mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bahkan orang tua sekalipun telah terjerumus dalam pedoman yang salah dimana mereka telah menjadikan media sosial sebagai panutan dan keputusan salam menilai sesuatu. Tak mengira dan menelusuri itu benar atau salah, baik maupun buruk yang jelas media sosial telah menjadi tempat untuk mereka menimba berbagai informasi yang kadang tak berefek baik bagi mereka hingga menimbulkan faham yang salah dan timbullah keresahan dalam diri dan lingkungan sekitar.



Mereka terlalu mengTuhankan Media sosial dimana mereka apa-apa selalu mengambil pedoman di media sosial, menuliskan sesuatu yang berbau sara, menyebarkan fitnah yang tak sewajarnya dan sikap kekerasan lainnya yang tentunya akan dilihat orang yang ada di media sosial tersebut. Tanpa anda sadari jika apa yang bagikan di media sosial memiliki pengaruh besar untuk orang lain dan bisa jadi informasikan yang kau bagikan menjadi bahan rujukan untuk mereka berbuat sedemikian juga nantinya.

Media sosial telah mengambil kendali dalam kehidupan di era saat ini. Lihat saja para pelajar kita yang begitu lalai dengan pelajarannya, lihat saja peran orang tua dan guru tak lagi menjadi panutan bagi mereka, mereka lebih memahami panutan yang ada di media sosial daripada pendidikan yang sesungguhnya dan begitu juga orang dewasa bahkan orang tua sekalipun begitu sangat sering menjadikan media sosial untuk melakukan perbuatan yang tak seharusnya di bagikan di media sosial.
Lihat berbagai isu yang terjadi belakangan ini terjadi karena berbagai informasi hoax yang dipublish dimedia sosial. Dimana saat dibagikan awal perkataanya begini namun lama kelamaan hal itu bisa saja merubah dari satu orang ke orang lain dan kita sangat mengetahui jika sekedar informasi bisa berubah begitu cepat dan pengaruhnya sangat signifikan dalam negeri ini, Alhasil negeri ini dan lingkungan salam persatuan akan mengalami fase perpecahan karena diadu domba oleh media sosial yang seharusnya dijadikan media hiburan menciptakannya bukan ladang untuk saling membahayakan.
Jadi gunakanlah media sosial dengan tidak mengubah arti dari adanya media sosial tersebut. Jangan jadikan media sosial pedoman untuk dijadikan bahan untuk mengantungi kehidupan ini dan bijaklah salam membagikan segala sesuatu didalamnya agar tak menjadi polemik dalam negeri ini. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Cerpen : Andai Saja Aku Punya Pilihan Hidup Sepertimu

Posted : 05-01-2017

         Banyak yang bilang hidup itu pilihan, Namun tidak denganku karena aku tak punya pilihan lain dan tak sempat memilih ketika dan pilihan itu hanya satu dan mau tidak mau harus tetap aku jalani. Merasa hidup yang ku jalani ini tak adil itu terlalu singkat saja untuk aku nilai dan tak lazim rasanya jika aku menyalahkan kedua orang tuaku ataupun tuhanku sendiri. Tak ada pantasnya aku berbuat sedemikian itu karena aku tau yang namanya hidup kadang berjalan tak sesuai dengan apa yang diharapkan, namun apapun itu aku akan tetap berjalan, melangkah demi langkah walaupun itu sulit bagiku tapi aku tak akan biarkan mereka tertawa dalam ketidakpastian hidupku ini. Kadang terjatuh, terjatuh lagi hingga aku begitu segan untuk bangkit kembali. Ingin rasanya aku pergi jauh dari keramaian dunia ini, kadang pula ingin aku beranjak pergi menemukan tuhanku untuk sekedar bertanya kepadaNYA, Apa yang terjadi dengan kehidupanku ini dan kenapa aku memiliki kehidupan yang beda dengan mereka yang menurutku sama sepertiku manusia yang tak sempurna.

          Setiap waktu aku selalu berpikir, kenapa aku harus merasakan berbagai kegelisahan, kesedihan dan duka yang kadang menindas begitu kejam menyelimuti diri, Ada denganku dan apa yang membuat hidupku begitu sulit hingga saat ini. Seandainya aku mampu memilih dan bisa memiliki banyak pillihan yang lain, sudah pasti aku akan sedikit mampu tersenyum walaupun itu sejenak waktu, namun aku tak bisa memilih karena pilihanku hanya satu yaitu menjalani satu arah kehidupan dan mau tidak mau tetap harus aku jalani. Kesedihan memang sangat aku rasakan, ketika sesuatu yang harus aku jalani bukan saja sulit namun kadang menemukan tembok penghalang yang begitu tinggi untuk mampu aku lewati, kadang aku tersentak diam ketika cobaan dan rintangan begitu pekat mengelilingi diri, namun aku harus bertahan dan aku harus tetap berdiri walau tubuh ini kadang tak kuasa menahan pedihnya waktu minimpa hati.


       Mengeluh, menyesali dan marah kepada hidup yang aku jalani ini,mungkin tidak bagiku, namun bagi mereka yang ada diseklilingku itu yang membuatku kadang sedikit merasa miris dan sedih karena mereka berharap aku menjadi kakak yang terbaik untuk mereka untuk dapat memberikan mereka kehidupan yang lebih baik lagi ketika keadaan tak mampu lagi mereka alihkan untuk mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan pada masa mereka seharusnya mendapatkan pendidikan dan keluluasaan masa remaja. Akuharus berjuang untuk mereka, aku harus menjelma menjadi seorang ayah walaupun aku bukanlah seorang ayah. Aku harus belajar menjadi seorang ibu walaupun aku bukanlah seorang ibu dan aku harus mampu membimbing mereka ketika kedua orang tuaku tak lagi ada disamping mereka. Berat memang untuk menjalani kehidupan ketika orang tua tak mampu lagi memberikan apa yang anaknya berikan.

        Bukan salah mereka sehingga itu terjadi pada anaknya namun bagiku ketika Ayahku tiada, maka ibuku menjadi wanita yang tangguh untuk menjalni kehidupannya sebagai ayah dan ibu dan aku sebagai anak laki-laki pertama harus berperan menjadi seorang yang mampu memberikan yang terbaik adik-adikku. Menurutku itu bukan pekerjaan yang mudah untuk aku jalani, Hingga saat inipun aku masih saja tak berubah, bukan tak bersyukur atas segala yang tuhan berikan kepadaku, namun aku merasa aku semakin jauh dari lintasan jalur untuk merasa, apakah aku masih mampu bersyukur ketika keadaan membuatku semakin jauh dari jalanNYA, atau bagaimana aku berjalan dengan aman ketika jalan yang aku lewati penuh dengan duri dan ranjau yang setiap saat siap melukaiku. Mengeluh, bukan itu terjadi dalam hidupku, namun aku hanya kadang merasa begitu lelah dengan apa yang terjadi dalam waktukku.

        Merasa gagal dan tidak berguna itu terlalu dini untuk aku dapatkan, namun kadang aku hanya merasa ingin pergi beranjak dari keadaan ini agaraku mampu sedikit merasa lega dan bahagia seperti mereka yang masih sempat tersenyum ketika keadaan tak berpihak kepada mereka. Menunggu waktunya akan tiba, mungkin aku akan bersabar menunggunya, karena itulah yang bisa aku lakukan dalam hidupku. Saat ini aku dan seterusnya aku tak berpikir untuk bisa hidup utuk hari esok karena aku tak sempat memikirkannya dan tak seperti mereka yang masih mampu berencana untuk mengapai sesuatu yang mereka impikan. Bagiku aku tak bisa berbuat sedemikian karena untuk melewati hari ini saja aku harus berjuang dengan berbagai masalah dan cobaan datang silih berganti dan kadang membuatku begitu sulit untuk berpikir, apakah aku bisa sampai pada hari esok.

      Entahlah, Yang jelas aku tak seperti kalian yang mampu dan memiliki pilihan lainuntuk mampu bertahan hidup dalam dunia yang fana ini. Namun aku tak akan menyerah begitu saja seperti yang pernah kau lakukan walaupun kau memiliki berbagai warna kehidupan. Aku tak akan berhenti disini saja hanya karena aku memiliki satu jalan dalam kehidupan ini karena aku yakin dan percaya jika tuhanku tak akan memberikan sebuah cobaan dalam kehidupan ini melebihi dari batas akal dan hatiku. Aku akan tetap berjalan sebagaimana aku menjalani hari sebelumnya, aku akan tetap berdiri walaupun kakiku kadang begitu lelah untuk menahanya dan aku akan mencoba untuk bisa tersenyum walau kadang senyum itu kata lain dari sedih yang aku rasa. Akan aku aku jalani apapun yang tuhan takdirkan dalam hidupku karena aku tak akan bisa menolak dan merasa terhina jika aku harus berhenti disini tanpa bukti yang membuatku mampu menjawab ketika pertanyaan itu nanti datang kepadaku.

       Jikapun aku kalah, AKu pastikan kekalahanku bukan karena aku diam saja, namun kekalahanku merupakan kekalahan yang merasa aku bangga karena sudah berusaha untuk berjuang menjadi seorang pemenang. Jikapun aku gagal dan tak mendapatkan apa-apa hingga sisa waktuku didunia ini, maka aku tak akan merasa menyesal dan menyalahkan siapapun dalam hidupku karena aku sangat memahami jika aku telah menjalaninya dengan baik dan hanya saja aku kurang beruntung untuk mendapatkanya. Dan aku sangat berharap, jika kau kau memiliki kehidupan yang lebih baik dariku, maka patut bersyukur atas segala nikmat yang tuhan berikan kepadamu. Jangan kecewakan kedua orang tuanmu karena kau telah menjadi orang yang sukses karena itu tidak baik untuk kau lakukan dan jangan pula kau merasa sedih jika hidup yang kau miliki tak sesuai dengan apa yang kau inginkan karena sejati hidup adalah untuk dijalani dan berusaha dan tuhan yang akan menentukan apa yang akan diberikan kepadamu kelak.

        Semoa saja kau merasa lebih baik ketika membaca tulisan ini dan berharap kau menjadi orang yang jauh lebih baik dariku karena aku yakin kau bisa melakukannya dank au bisa melewati waktumu walaupun itu sulit bagimu. Percayalah dan yakinlah jika kau akan menerima hasilnya nanti dan aku berharap itu akan terjadi dalam hidupku juga dan aku akan menunggu waktu itu datang kepadaku.

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Selasa, 03 Januari 2017

Presiden Ideal Untuk Indonesia

 POSTED


Oleh Ustadz Abu Ihsan al-Atsari
Al-Mawardi rahimahullah dalam kitab al-Ahkâm ash-Shulthaniyah menyebutkan syarat-syarat seorang pemimpin, di antaranya:
1. Adil dengan ketentuan-ketentuannya.
2. Ilmu yang bisa mengantar kepada ijtihad dalam menetapkan permasalahan     kontemporer dan hukum-hukum.
3. Sehat jasmani, berupa pendengaran, penglihatan dan lisan, agar ia dapat langsung menangani tugas kepemimpinan.
4. Normal (tidak cacat), yang tidak menghalanginya untuk bergerak dan bereaksi.
5. Bijak, yang bisa digunakan untuk mengurus rakyat dan mengatur kepentingan negara.
6. Keberanian, yang bisa digunakan untuk melindungi wilayah dan memerangi musuh.
Nilai lebih dalam hal kebijakan, kesabaran, keberanian, sehat jasmani dan rohani serta kecerdikan merupakan kriteria yang mutlak harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Tanpa memiliki kriteria itu, seorang pemimpin akan kesulitan dalam mengatur dan mengurus negara dan rakyatnya.
Muhammad al-Amin asy-Syinqithi menjelaskan, “Pemimpin haruslah seseorang yang mampu menjadi Qadhi (hakim) bagi rakyatnya (kaum muslimin). Haruslah seorang alim mujtahid yang tidak perlu lagi meminta fatwa kepada orang lain dalam memecahkan kasus-kasus yang berkembang di tengah masyarakatnya!”[Adhwâ’ul-Bayân, I/67]
Ibnul-Muqaffa’ dalam kitab al-Adabul-Kabir wa Adabush-Shaghir menyebutkan pilar-pilar penting yang harus diketahui seorang pemimpin: “Tanggung jawab kepemimpinan merupakan sebuah bala` yang besar. Seorang pemimpin harus memiliki empat kriteria yang merupakan pilar dan rukun kepemimpinan. Di atas keempat kriteria inilah sebuah kepemimpinan akan tegak, (yaitu): tepat dalam memilih, keberanian dalam bertindak, pengawasan yang ketat, dan keberanian dalam menjalankan hukum”.
Lebih lanjut ia mengatakan: “Pemimpin tidak akan bisa berjalan tanpa menteri dan para pembantu. Dan para menteri tidak akan bermanfaat tanpa kasih sayang dan nasihat. Dan tidak ada kasih sayang tanpa akal yang bijaksana dan kehormatan diri”.
Dia menambahkan: “Para pemimipin hendaklah selalu mengawasi para bawahannya dan menanyakan keadaan mereka. Sehingga keadaan bawahan tidak ada yang tersamar baginya, yang baik maupun yang buruk. Setelah itu, janganlah ia membiarkan pegawai yang baik tanpa memberikan balasan, dan janganlah membiarkan pegawai yang nakal dan yang lemah tanpa memberikan hukuman ataupun tindakan atas kenakalan dan kelemahannya itu. Jika dibiarkan, maka pegawai yang baik akan bermalas-malasan dan pegawai yang nakal akan semakin berani. Jika demikian, kacaulah urusan dan rusaklah pekerjaan”.
Ath-Thurthusyi dalam Sirâjul-Mulûk mengatakan: “Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:
وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ
“Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebagaian yang lain, pasti rusaklah bumi ini” [al-Baqarah/2:251].
Yakni, seandainya Allah tidak menegakkan pemimpin di muka bumi untuk menolak kesemena-menaan yang kuat terhadap yang lemah dan membela orang yang dizhalimi atas yang menzhalimi, niscaya hancurlah orang-orang yang lemah. Manusia akan saling memangsa. Segala urusan menjadi tidak akan teratur, dan hiduppun tidak akan tenang. Rusaklah kehidupan di atas muka bumi. Kemudian Allah menurunkan karunia kepada umat manusia dengan menegakkan kepemimpinan. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan, tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. – al-Baqarah/2 ayat 251- yaitu dengan mengadakan pemerintahan di muka bumi, sehingga kehidupan manusia menjadi aman.
Karunia Allah Azza wa Jalla atas orang yang zhalim, ialah dengan menahan tangannya dari perbuatan zhaliman. Sedangkan karunia-Nya atas orang yang dizhalimi, ialah dengan memberikan keamanan dan tertahannya tangan orang yang zhalim terhadapnya.
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu telah meriwayatkan, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الإِمَامُ العَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يَفْطُرَ وَدَعْوَةُ المَظْلُوْمِ.
“Tiga doa yang tidak tertolak: Doa pemimpin yang adil, orang yang puasa hingga berbuka, dan doa orang yang dizhalimi” [2].
Diriwayatkan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ حُسْنٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
“Tujuh orang yang akan dinaungi Allah pada hari yang tiada naungan selain naungan-Nya: (1) Seorang imam yang adil (2) Seorang pemuda yang menghabiskan masa mudanya dengan beribadah kepada Allah. (3) Seorang yang hatinya selalu terkait dengan masjid. (4) Dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah. (6) Lelaki yang diajak seorang wanita yang cantik dan terpandang untuk berzina lantas ia berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Allah”. (5) Seorang yang menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. (6) Seorang yang berdzikir kepada Allah seorang diri hingga menetes air matanya.” [HR. Bukhari dan Muslim]
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata,”Amal seorang imam yang adil terhadap rakyatnya sehari, lebih utama daripada ibadah seorang ahli ibadah di tengah keluarganya selama seratus atau lima puluh tahun.”
Qeis bin Sa’ad berkata,”Sehari bagi imam yang adil, lebih baik daripada ibadah seseorang di rumahnya selama enam puluh tahun.”
Masruq berkata,”Andaikata aku memutuskan hukum dengan hak sehari. maka itu lebih aku sukai daripada aku berperang setahun fi sabilillah.”
Diriwayatkan bahwa Sa’ad bin Ibrâhîm, Abu Salamah bin Abdurrahmân, Muhammad bin Mush’ab bin Syurahabil dan Muhammad bin Shafwan berkata kepada Sa’id bin Sulaiman bin Zaid bin Tsabit: “Menetapkan hukum secara hak satu hari, lebih utama di sisi Allah, daripada shalatmu sepanjang umur”.
Kebenaran perkataan ini akan nampak jelas, jika melihat kebaikan yang didapatkan rakyat karena kebaikan pemimpinnya.
Wahab bin Munabbih rahimahullah berkata,”Apabila seorang pemimpin berkeinginan melakukan kecurangan atau telah melakukannya, maka Allah akan menimpakan kekurangan pada rakyatnya di pasar, di sawah, pada hewan ternak dan pada segala sesuatu. Dan apabila seorang pemimpin berkeinginan melakukan kebaikan dan keadilan atau telah melakukannya niscaya Allah akan menurunkan berkah pada penduduknya.”
Umar bin ‘Abdul-Aziz rahimahullah berkata,”Masyarakat umum bisa binasa karena ulah orang-orang (kalangan) khusus (para pemimpin). Sementara kalangan khusus tidaklah binasa karena ulah masyarakat. Kalangan khusus itu adalah para pemimpin. Berkaitan dengan makna inilah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً
“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu” [al-Anfâl/8:25].
Al-Walid bin Hisyam berkata,”Sesungguhnya rakyat akan rusak karena rusaknya pemimpin, dan akan menjadi baik karena baiknya pemimpin.”
Sufyan ats-Tsauri berkata kepada Abu Ja’far al-Manshur: “Aku tahu, ada seorang lelaki yang bila ia baik, maka umat akan baik; dan jika ia rusak, maka rusaklah umat.” Abu Ja’far al-Manshur (ia adalah pemimpin) bertanya: “Siapa dia?” Sufyan menjawab: “Engkau!”
Pemimpin yang paling baik ialah pemimpin yang ikut berbagi bersama rakyatnya. Rakyat mendapat bagian keadilan yang sama, tidak ada yang diistimewakan. Sehingga pihak yang merasa kuat tidak memiliki keinginan melakukan kezhalimannya. Adapun pihak yang lemah tidak merasa putus asa mendapatkan keadilan. Dalam sebuah kata-kata hikmah disebutkan: Pemimpin yang baik, ialah pemimpin yang orang-orang tak bersalah merasa aman dan orang-orang yang bersalah merasa takut. Pemimpin yang buruk, ialah pemimpin yang orang-orang tak bersalah merasa takut dan orang-orang yang bersalah merasa aman.”
Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu berkata kepada al-Mughirah ketika mengangkatnya menjadi gubernur Kufah: “Hai Mughirah, hendaklah orang-orang baik merasa aman denganmu dan orang-orang jahat merasa takut terhadapmu”.
Dalam sebuah kata-kata hikmah disebutkan: Seburuk-buruk harta, ialah yang tidak diinfakkan. Seburuk-buruk teman, ialah yang lari ketika dibutuhkan. Seburuk-buruk pemimpin, ialah pemimpin yang membuat orang-orang baik takut. Seburuk-buruk negeri, ialah negeri yang tidak ada kemakmuran dan keamanan. Sebaik-baik pemimpin, ialah pemimpin yang seperti burung elang yang dikelilingi bangkai, bukan pemimpin yang seperti bangkai yang dikelilingi oleh burung elang.
Oleh karena itu dikatakan, pemimpin yang ditakuti oleh rakyat lebih baik daripada pemimpin yang takut kepada rakyat.
Seorang pemimpin, hendaklah juga memiliki sifat pemaaf. Maaf dari orang yang kuat adalah fadhilah. Sifat pemaaf yang dimiliki pemimpin, ibarat mahkota bagi seorang raja. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengatakan:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh”. [al-A’râf/7:199].
Demikian pula firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menganjurkan memberi maaf:
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. [Ali ‘Imrân/3:134].
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ
“Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf” [asy-Syûra/42 : 37], kecuali bila yang dilanggar itu adalah hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala.
‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata,”Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membalas dendam terhadap kezhaliman yang dilakukan terhadap beliau. Hanya saja, bila sesuatu dari hukum Allah dilanggar, maka tidak ada satupun yang dapat menghadang kemarahan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Ketika Uyainah bin Hishan masuk menemui Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Hai Ibnul-Khaththab, demi Allah, engkau tidak memberi kami secara cukup dan engkau tidak menghukum di antara kami secara adil!” Marahlah Umar Radhiyallahu anhu dan beliau ingin memukulnya. Salah seorang saudaranya berkata: “Hai Amirul- Mukminin, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman :
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh” [al-A’raaf 7/199], dan sesungguhnya dia ini termasuk orang bodoh.
Demi Allah, ketika ia mendengar ayat itu dibacakan, Umar tidak jadi memukulnya. Karena Umar seorang yang sangat komitmen mengikuti Kitabullah.
Seorang pemimpin hendaklah memiliki sifat kasih sayang. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اِرْحَمُوْا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
“Sayangilah orang-orang di bumi, niscaya Allah yang ada di langit akan menyayangimu”. [4]
Orang yang paling berhak menjadi pemimpin ialah yang paling kasih lagi paling penyayang. Sebaik-baik pemimpin ialah yang bisa menjadi teladan dan pemberi hidayah bagi rakyatnya, dan seburuk-buruk pemimpin ialah pemimpin yang menyesatkan. Dahulu dikatakan, bahwa rakyat berada di bawah agama pemimpinnya. Jika bagus agama pemimpinnya, maka bagus pulalah agama rakyatnya. Jika kacau agama pemimpinnya, maka kacau pulalah agama rakyatnya.
Dalam hadits Tsauban Radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda:
إِنَّ مِمَّا أَتَخَوَّفُ عَلَى أُمَّتِي أَئِمَّةً مُضِلِّينَ
“Sesungguhnya, yang paling aku khawatirkan atas dirimu ialah imam-imam yang menyesatkan”. [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan At-Tirmidzi, ia berkata: Hadits ini hasan shahîh]
Di dalam kitab ash-Shahîh disebutkan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
“Sesungguhnya, Allah tidak mengangkat ilmu sekaligus dari umat manusia, namun Allah mengangkatnya dengan mewafatkan para ulama. Sehingga apabila tidak lagi tersisa seorang pun ulama, manusia mengangkat orang-orang jahil sebagai pemimpin. Ketika ditanya, mereka mengeluarkan fatwa tanpa dasar ilmu. Akhirnya mereka sesat lagi menyesatkan” [HR. Bukhari].
Imam ath-Thurthûsyi rahimahullah berkata,”Resapilah hadits ini baik-baik. Sesungguhnya, musibah menimpa manusia bukan karena ulama, bila para ulama telah wafat lalu orang-orang jahil mengeluarkan fatwa atas dasar kejahilannya, saat itulah musibah menimpa manusia.”
Ia melanjutkan perkataannya: “Umar Ibnul-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu telah menerangkan maksud tersebut. Dia berkata,’Seorang yang amanat tidak akan berkhianat. Hanya saja pengkhianat diberi amanat, lantas wajar saja kalau ia berkhianat’.”
Wallahu a’lam bish-Shawab.
[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun XII/1429H/2008M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Jl. Solo-Puwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183, Telp. 0271-761016]
_______
Footnote
[2]. HR. at Tirmidzi dan Ibnu Majah. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Ibnu Majah, no. 1432
[4]. HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh al Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan at Tirmidzi, no. 1924
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Selasa, 15 November 2016

Anak Perempuan Sangat Membutuhkan Kasih Sayang Ayahnya

  • Posted: 15-11-2016
  • Anak perempuan membutuhkan ayahnya. Ada ikatan istimewa antara seorang ayah dengan putrinya yang sangat berbeda dibandingkan dengan ikatan lainnya. Ayah adalah sosok pria terpenting dalam kehidupannya. Di mata seorang anak perempuan, dia belajar seorang pria seharusnya menjadi seperti apa, apa yang dapat dia harapkan dari seorang pria, bagaimana dia hendaknya diperlakukan oleh seorang pria, dan bagaimana seorang pria hendaknya melihatnya. Adalah melalui ayah dia mendapatkan validasi utama dari kewanitaannya. Sebagai seorang anak perempuan, dia belajar bahwa dia adalah “putri kesayangan ayah” melalui sinar di mata ayah, cara ayah menggendong dan memeluknya, cara ayah memperhatikannya, dan cara ayah memberitahu betapa cantiknya dia dan betapa dia berkembang menjadi seorang gadis muda yang cantik. Selama masa ini dia mempelajari berbagai kekuatan yang ayah miliki dan dia mengembangkan perasaan aman ketika berada dekat ayah, tahu bahwa ayah akan melindunginya.
    Ketika putri pertamanya lahir, tampak ada kebingungan dalam diri pria yang biasanya kuat ini. Bagaimana saya menggendongnya? Apa yang dapat saya lakukan baginya? Bagaimana saya berbicara kepadanya? Dia terlihat begitu tak berdaya. Ya ampun, saya tidak tahu harus berbuat apa. Dengan seorang putra, saya tahu apa yang harus dilakukan, tetapi saya tidak pernah merasakan jadi seorang perempuan. Pengalaman saya dengan saudara-saudara saya adalah kami bergulat, tertawa, berteriak dan bercanda dengan satu sama lain. Di sekolah, kurang lebih sama sampai saya benar-benar menemukan hasrat untuk berkencan dan menikah. Namun ini sangatlah berbeda, dia adalah putri saya dan saya bertanggung jawab atas dirinya. Tolong saya! Semua ini memunculkan sisi lembut dan tak berdaya dari seorang pria.
  • Pentingnya seorang Ayah

    Dalam sebuah artikel di ScienceDaily, Dr. Anna Sarkadi, dari Department of Women's and Children's Health di Uppsala University, Swedia menyatakan, "Kajian terperinci kami yang berlangsung selama 20 tahun menunjukkan bahwa secara keseluruhan, anak-anak menuai manfaat positif jika mereka memiliki keterlibatan aktif dan teratur dengan seorang sosok ayah. Misalnya, kami menemukan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki sosok ayah yang terlibat secara positif cenderung untuk tidak merokok dan terlibat masalah dengan polisi, mencapai tingkat pendidikan yang lebih baik dan mengembangkan persahabatan yang baik dengan anak-anak dari kedua jenis kelamin.” Dia melanjutkan, “Manfaat jangka panjang mencakup wanita yang memiliki hubungan yang lebih baik dengan pasangan mereka dan rasa kesejahteraan mental dan jasmani yang lebih besar pada usia 33 tahun jika mereka memiliki hubungan baik dengan ayah mereka ketika berusia 16 tahun.”
  • Beberapa saran

    Biarkan putri Anda melihat sisi lemah lembut Anda. Ketika dia masih kecil, peluklah dan ciumlah dia, tidurkan dia, bacakan cerita kepadanya, bermainlah dengannya, dan pujilah kecantikannya. Sewaktu dia tumbuh dewasa, dia masih akan membutuhkan pelukan, ciuman dan pujian dari Anda yang meyakinkannya bahwa dia adalah seorang wanita yang cantik luar dalam.
    Luangkan waktu untuk mendengarkannya dan lakukan yang terbaik untuk memahaminya. Pada titik tertentu, dia akan perlu mendengar pandangan pria dari seorang ayah yang memahaminya yang akan bersikap jujur kepadanya.
    Bantulah dia mengetahui bahwa Anda selalu ada untuk melindunginya. Seorang ibu berusia sekitar 30-an, mengenang bagaimana, ketika dia berusia 17 tahun, ayahnya memeluknya sewaktu dia menangisi pacarnya yang baru saja memutuskan hubungan pacaran mereka. Dia melihat adegan yang sama itu terulang kembali ketika suaminya memeluk putri mereka yang berusia 17 tahun sewaktu putrinya menangisi pacarnya. Bagian dari perlindungan ini mengajarkannya cara menetapkan batasan-batasan dengan teman-teman lelakinya.
    Bantulah dia mengetahui bahwa ada batasan-batasan yang harus dia hormati. Dia harus belajar ada saat-saat ketika “tidak” berlaku bagi dia seperti bagi orang lain.
    Semua ini akan menjadi lebih bermakna sewaktu putri Anda melihat cara Anda memperlakukan istri Anda. Ini adalah tempat latihan nyata yang akan menolongnya mengetahui apa yang dapat diharapkan dari hubungan pria-wanita. Dia akan melihat kelembutan, rasa hormat, kebaikan, dan keamanan diberikan dari masa kanak-kanak sampai masa dewasa oleh pria terpenting dalam kehidupannya dan dia akan mencari hal yang sama dari pasangannya.
    Ya, seorang putri membutuhkan ayahnya untuk melengkapi perjalanan hidup. Dan Anda dapat menjadi pria terpenting itu sewaktu putri Anda tumbuh dewasa.
  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "Girls need their daddies" karya Gary dan Joy Lundberg.
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Tips Mendidik Anak Agar Tidak Manja, Keras Kepala dan Dapat Mandiri




  • Posted: 15-11-2016
  • Dalam kehidupan berkeluarga, setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya dapat tumbuh menjadi anak-anak yang baik, dapat dibanggakan dan mempunyai karakter atau sifat-sifat yang positif dalam segala hal. Kebanyakan orang tua akan melakukan segalanya demi membahagiakan anak-anak mereka dengan memberikan segalanya yang mereka inginkan, namun ternyata hal ini tidak selalu baik dalam proses mendidik anak. Banyak anak yang dibiasakan hidup dengan kenyamanan dan tidak pernah merasa sulit dalam hidupnya cenderung menjadi manja dan tidak dapat mandiri. Sebagai orang tua, kita perlu berhati-hati dalam pengasuhan anak pada masa perkembangannya karena setiap didikan kita dapat berpengaruh besar bagi kehidupan sang anak di masa depan. Berikut adalah tips bagaimana mendidik anak dengan baik agar tidak manja, keras kepala dan dapat menjadi mandiri.
  • 1. Jangan menuruti semua keinginan anak

    Walaupun Anda sangat mencintai anak Anda, menuruti semua keinginannya bukanlah cara mendidik anak dengan benar. Tindakan tersebut hanya akan membuat anak Anda menjadi anak yang manja dan selalu mengandalkan orang lain. Jika sejak kecil anak sudah dimanjakan dengan mengikuti semua keinginannya, dampak ke depannya anak akan menjadi anak yang tidak mandiri dan malas karena selalu berpikir ada orang tua yang akan memberikan semua yang diinginkannya. Biasakanlah anak Anda untuk berusaha mengerjakan tugas mereka sendiri agar mereka dapat belajar bertanggung jawab untuk diri mereka sendiri.
  • 2. Jangan terlalu banyak melarang

    Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya sering kali membuat mereka ingin mencoba melakukannya secara leluasa. Ketakutan orang tua adalah jika hal-hal terburuk terjadi pada anak Anda. Makanya kebanyakan orang tua memberi larangan atau batasan terhadap suatu hal yang bisa membahayakan anak. Larangan hanya membuat rasa penasaran bagi anak untuk melakukannya dan dapat menjadikan anak berbohong kepada orang tuanya. Komunikasi dua arah adalah solusi terbaik untuk mengingatkan anak alih-alih melarang anak melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan. Beri tahu mereka tentang risiko yang mungkin terjadi dan mintalah anak Anda untuk berhati-hati.
  • 3. Ajar anak untuk tidak berbohong

    Jangan sekali-kali memberikan contoh pada anak Anda untuk berbohong. Ajar mereka untuk selalu terbuka tentang keadaannya dalam segala hal, baik itu menyangkut perasaannya, atau kendala-kendala yang dihadapinya. Jangan membiasakan anak Anda tertutup tentang perasaan mereka terhadap Anda. Dengan cara ini, Anda sudah mendidik anak Anda untuk bertindak jujur dalam kehidupannya.
  • 4. Jangan sekali-kali menghukum dengan kekerasan fisik

    Sering kali Anda sebagai orang tua merasa marah atau kesal terhadap ulah atau kelakuan anak-anak Anda yang buruk dan cara ampuh untuk membuat anak jera adalah dengan hukuman fisik. Salah satu contoh tindakan hukuman fisik yang sering dilakukan kebanyakan orang tua adalah memukulnya. Entah itu menggunakan tangan, kaki atau benda-benda lainnya yang dapat Anda gunakan untuk memukul anak Anda. Hal tersebut sama sekali tidak dibenarkan. Jika Anda memiliki anak kecil dan ketika mereka melakukan suatu kesalahan, Anda dapat memberi tahu secara baik-baik dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka tanpa memberikan hukuman fisik dan jika Anda memiliki anak yang usianya mungkin sudah beranjak remaja atau sudah mengerti keadaan, Anda bisa menerapkan sistem disiplin terhadap mereka. Kekerasan fisik hanya akan membuat jiwa anak Anda terluka, bukan hanya fisik atau tubuh mereka yang terluka. Dan itu akan berdampak negatif pada pertumbuhan jasmani dan emosi mereka. Hukuman fisik dalam bentuk apapun hanya akan menakutinya dan akan membuat anak semakin tidak menghormati Anda, menjadi keras kepala dan memberontak terhadap Anda.
  • 5. Kasih dan perhatian

    Seorang anak akan merasa nyaman dan bahagia apabila orang tua mereka menunjukkan kasih dan perhatian pada saat anak memang membutuhkan hal itu. Kepedulian orang tua dalam hal sekecil apapun bisa membantu orang tua dalam mendidik anak. Perhatian bukan berarti berbicara tentang bagaimana Anda sebagai orang tua bisa memberikan materi atau barang-barang kesukaan anak, tetapi juga dalam tindakan, misalnya yang dapat Anda lakukan adalah ketika anak Anda belajar, saat itulah Anda bisa menunjukkan perhatian dan kasih Anda dengan cara menemani mereka, walaupun hanya sekadar duduk di sebelah mereka. Dengan demikian anak Anda akan lebih bersemangat dalam belajar dan apabila ada kesulitan, Anda dapat membantu anak memecahkannya.
    Menjadi orang tua adalah tugas dan tanggung jawab yang mulia. Jadilah orang tua yang dapat dibanggakan oleh anak Anda. Didiklah anak Anda dengan baik, maka anak Anda akan memberikan sukacita bagi Anda dan keluarga.
  • by. 

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين